Self-Development

About Handling Anger

Beberapa waktu lalu ada satu kejadian kurang menyenangkan yang dialami Young K ketika melakukan siaran radio. Kalau kalian termasuk yang tertarik dengan topik K-pop dan cukup aktif di twitter, kalian mungkin tahu masalah ini sebab isu ini sempat menjadi trending topic. Young K mengalami perlakukan kurang menyenangkan ketika mengundang dua bintang tamu yang merupakan rapper terkenal di Korea Selatan. Intinya sih, bintang tamu di radio Young K ini berhasil membuat siaran radio Young K hari itu terkesan awkward. If you want to know more about the news, read here. Aku tidak ingin membahas kasusnya lebih jauh karena sebenarnya bukan kasusnya yang menjadi poin di tulisan ini melainkan reaksi bijak Young K ketika terjebak dalam situasi tersebut.

Young K adalah musisi yang cukup terkenal di Korea Selatan, Young K merupakan basist dari band besar DAY6 yang baru-baru ini aktif menjadi penyiar di radio lokal. Setiap harinya Young K akan mengundang bintang tamu untuk menemaninya ngobrol selama siaran. Young K memang dikenal ekspresif, ceria, dan selalu memberikan kesan positif saat siaran. Ia juga tipe penyiar yang akan memastikan kenyamanan bintang tamunya oleh karena itu, ketika Young K mengalami kejadian ini, banyak yang menyayangkan sikap bintang tamu radionya tersebut.

Nah, ketika masalah itu terjadi, banyak orang yang mengapresiasi cara Young K dalam mengendalikan situasi dan juga dalam mengelola emosinya saat itu. Banyak orang yang menganggap Young K bisa saja marah, bete, atau bahkan kecewa dengan perlakuan yang diterimanya. Well, mungkin Young K merasakan hal tersebut tetapi dia memilih untuk bersikap profesional dengan beruasaha untuk tidak terpancing emosinya sendiri selama acara berlangsung. Hal ini terlihat bagaimana Young K bisa tetap tenang menanggapi respon dari bintang tamunya tersebut.

Menariknya sebelum kejadian ini terjadi, Young K pernah membahas topik tentang bagaimana ia mengendalikan emosinya ketika marah. Pada satu kesempatan tersebut, Young K mengatakan bahwa ia sudah cukup lama melatih dirinya untuk tidak terbawa emosinya sendiri ketika marah, apalagi dengan melontarkan kalimat yang bisa saja menyakiti orang lain. Young K bilang kalau dia selalu ingat aturan tiga detik saat marah.

“What I also heard was to think 3 seconds before saying anything, actually I think 3secs is pretty long and you, there’s actually a lot of thoughts that can come to mind.”

(translated by @desix_0825)

Young K bilang dia selalu mengambil jeda tiga detik sebelum mengatakan sesuatu ketika marah sebab ia tahu kalimat yang ia ucapkan akan meninggalkan dampak bagi orang lain. Daripada harus ikut menyakiti perasaan orang lain, Young K lebih memilih memikirkan kemungkinan lain. Young K suka mikir begini ketika marah “Oh, hal kayak gini tuh emang mungkin terjadi” atau “Pasti ada sih orang-orang yang suka mancing emosi begini” dengan begitu ia bisa merasa lebih baik karena tidak harus menyakiti hati orang lain.

Well, Handling anger ini benar-benar dibuktikan sama Young K. Ketika dihadapkan pada situasi yang memungkinkan membuatnya marah, Young K bisa tetap profesional. Ia masih bisa tetap ceria dan memastikan kenyamanan setiap orang selama siarannya berlangsung. He can handle it so well, we learned something from him. *hats off*


Marah adalah emosi yang valid dan pasti dirasakan semua manusia, seperti halnya bahagia, sedih, dan takut. Ada banyak faktor pemicu kenapa seseorang menunjukkan emosi yang satu ini misalnya, kecewa, takut, tersinggung, lelah atau mungkin merasakan ketidakadilan. Jadi sebagai manusia biasa, perasaan marah adalah sesuatu yang sebenarnya tidak bisa kita hindari. Namun, belajar dari pengalaman Young K, kita ternyata bisa loh memilih cara untuk merilis emosi yang satu ini.

Jujur, aku bukan tipe orang yang bisa dengan mudah menyembunyikan perasaan marah meskipun aku juga tidak selalu melakukannya secara terang-terangan. Kadang aku bisa mengatakan sesuatu yang beberapa detik setelahnya akan kusesali sampai berhari-hari kemudian. Seperti manusia normal lainnya aku juga suka ngomel, membiarkan perasaan marah menguasai diri sampai akhirnya berpotensi menyakiti hati orang lain. Meski perasaan marah itu valid, aku merasa menyakiti orang lain sebagai bentuk pelampiasan juga bukan hal yang baik. Dari pengalamanku, menyakiti hati orang lain berarti aku juga sedang menyakiti diriku sendiri dan aku tidak mau terjebak dalam perasaan bersalah seumur hidupku. I’ve learned so much from Young K, and still try to find my own way to handle this feeling too. Masih butuh latihan yang banyak supaya bisa ada di level beliau, sih yaaa.

Seperti yang diajarkan Young K, akhir-akhir ini setiap mulai merasa tanda-tanda bakal mengeluarkan statement pedas karena tersulut emosi doang, aku juga memberikan jeda tiga detik dan memikirkan hal-hal seperti yang Young K pikirkan. Dalam situasi tertentu aku juga selalu mengingatkan diriku bahwa aku tidak ingin memiliki konflik dengan orang lain sehingga aku harus lebih bijak dalam menentukan reaksiku. Here is another tips for you :

Tarik nafas dalam-dalam, kalau bisa menghindar dari situasi yang bisa menyulut emosi kamu langsung ambil langkah seribu. Kalau nggak bisa menghindar, ingat 3 second rule-nya Young K. Ambil jeda untuk memikirkan konsekuensinya.

Bijak dalam memilih cara untuk merilis emosi marahmu. Ingat juga kalau perasaan marah jangan dipendam, tidak akan baik juga buat kesehatan mentalmu. Rilis dengan cara yang bijak tanpa harus menyakiti hati orang lain.

Alihkan perhatianmu. Daripada buang-buang energi dengan marah-marah atau sampai mengutuk orang lain, mending mencari sumber yang membuat hatimu terasa lebih legowo. Kalau kamu cukup relijius, you know how to find peace. Istigfar, ibadah, berdoa. Sometimes, I also choose to sleep or watching funny videos sampai akhirnya lupa kalau tadi lagi kesal dan bete setengah mati.

Hindari update status di sosial media. Ini penting sih, apalagi kalau isi updatenya mengutarakan kebencian sampai mengutuk orang atau kejadian yang membuat kita marah. Aku pun sering tergoda untuk update status marah-marah di sosial media sebelum akhirnya sadar bahwa hal tersebut sebenarnya nggak berguna-guna amat. Mungkin efeknya bisa membuat kita sedikit lega tapi curhatan kita tersebut juga bisa membawa energi negatif bagi mereka yang membacanya. Jadi sekali lagi, be wise, ok?


Anyway, aku yakin nggak semua orang memiliki pemikiran yang sama dengan aku atau Young K. Mungkin beberapa orang merasa kalau lagi marah ya marah saja, nggak ada rules, terserah yang punya emosi lah ya ingin beraksi seperti apa. It’s okay, tapi pastikan you are okay too dengan semua konsekuensinya. Tulisan ini hanya memberikan sedikit gambaran bagaimana orang-orang yang overthinking seperti aku butuh cara lebih baik dalam mengendalikan emosi marah ini.

Terima kasih sudah membaca tulisanku, semoga bermanfaat!

2 thoughts on “About Handling Anger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *