Lifestyle

#ITSFRIYEAY: Review The Uncanny Counter (Korean Drama)

Drama ini sebenarnya sudah pernah aku mention di postingan monthly journal edisi Februari kemarin. Berhubung drama The Uncanny Counter ini menarik untuk dibahas, aku memutuskan untuk membuat review panjangnya secara terpisah. Seperti yang aku bahas juga di postingan sebelumnya, drama ini awalnya merupakan rekomendasi sahabatku, Debby. Drama yang tayang sejak bulan November 2020 lalu ini merupakan drama bergenre fantasi, misteri, dan supernatural. Diperankan oleh Jo Byung Gyu, Kim Se-jeong, Yoo Jun-sang, Yeom Hye-ran dan beberapa aktor lainnya, drama yang tayang di kanal OCN dan Netflix ini mendapatkan rating bagus dalam setiap penayangannya.

*Spoiler Alert*

Sinopsis :

Adalah So Moon (Jo Byung Gyu) salah satu korban kecelakaan dari peristiwa misterius tujuh tahun lalu. So Moon tidak hanya kehilangan kemampuannya untuk berjalan dengan normal, tetapi juga kehilangan kedua orang tuanya pada kecelakaan tersebut. Karena keterbatasannya serta pengalaman traumatis yang pernah ia alami, So Moon dikenal sebagai sosok yang rentan dan membutuhkan dukungan orang-orang terdekatnya. Suatu hari So Moon dirasuki roh yang mengaku sebagai perantara bagi orang yang sedang berada di antara hidup dan mati. Dikarenakan So Moon memiliki aura yang kuat, ia kemudian direkrut untuk menjadi salah satu counter atau pemburu iblis jahat yang merasuki manusia. Bersama Go Mo-Tak (Yoo Jun-sang), Do Ha-na (Kim Seo-jeong), dan Chu Mae-ok (Yeom Hye-ran) petualangan So Moonakhirnya dimulai.

Review:

Salah satu alasan mengapa drama Korea begitu dicintai dan mendapatkan tempat di hati banyak orang ialah karena totalitas pengerjaan suatu drama itu sendiri. Hal ini bisa dilihat tidak hanya dari kualitas akting setiap pemainnya tetapi juga konsep cerita, konflik yang dibuat senyata mungkin, sinematografinya yang tidak terkesan serampangan sama sekali, serta pesan dari keseluruhan cerita yang bisa tersampaiakan kepada penonton.

The Uncanny Counter menjadi drama supernatural lainnya yang menurutku memenuhi aspek-aspek tersebut sehingga tidak heran mengapa drama ini memiliki rating cukup tinggi di Korea Selatan. Aku pribadi selalu tertarik dengan drama yang mengangkat isu-isu nyata yang juga masih jadi permasalahan di kehidupan kita saat ini. Di drama The Uncanny Counter ini misalnya, isu-isu seperti perundungan, kekerasan, korupsi, gratifikasi, hingga perusakan lingkungan disatukan dalam satu konflik yang masih saling berhubungan. Belum lagi pemilihan bumbu fantasinya seperti pengaruh roh jahat yang merasuki manusia sehingga melakukan kejahatan sekeji pembunuhan justru terdengar masuk akal dengan kondisi saat ini. Coba deh perhatikan berita akhir-akhir ini. Adapun pemberian level pada roh jahat yang merasuki manusia juga menurutku merupakan ide yang brilian.

Karakter So Mun yang lemah lalu berubah menjadi sosok yang kuat juga bukan didapatkan dengan instan, So Moon tetap melalui pelatihan agar bisa bertarung melawan roh jahat secara maksimal. Pun dalam menemukan kekuatan apa yang sebenarnya ia miliki, So Moon harus belajar mengenal emosinya sendiri. Intinya So Moon harus melalui sebuah proses dulu untuk bisa berada di level rekan-rekannya di tim counter. Hal ini membuat ritme drama ini tidak terkesan terburu-buru sehingga kita bisa turut menyaksikan perkembangan So Moon sebagai seorang counter.

Aku pribadi memang menyukai setiap karakter tokoh di drama The Uncanny Counter ini, terlebih untuk tim counter yang bisa saling mengisi kekukarangan satu sama lain. Aku juga suka dengan keseimbangan karakter di drama The Uncanny Counter. Menurutku kehadiran Choi Jang Mul (salah satu counter yang sudah pensiun berburu tetapi tetap aktif membantu secara finansial) adalah kunci keseimbangan cerita di drama ini. Mengingat salah satu musuh counter merupakan pejabat tinggi yang memiliki kekuasaan, mereka membutuhkan setidaknya orang di level yang sama untuk bisa menembus pertahanan musuh mereka tersebut. Keputusan penulis dalam menghadirkan sosok Choi Jang Mul sedari awal cerita merupakan keputusan yang tepat sehingga ceritanya bisa jadi lebih masuk akal.


Scene Favorite :

Adegan So Moon melindungi kedua sahabatnya dari perundungan seniornya merupakan adegan favoritku yang pertama. Pun adegan ketika kedua sahabatnya melindungi So Moon dan memahami So Moon ketika melalui masa-masa traumatisnya. Aku memang lumayan lemah dan gampang tersentuh dengan cerita persahabatan yang menyentuh seperti ini.

Adegan di mana Choi Jang Mul menyelamatkan counter di saat-saat krisis termasuk ketika Choi Jang Mul mencoba menjebak musuh counter yang terakhir.

Adegan pertarungan Do-Ha Na tentu saja.

Last, ketika kasus gratifikasi di tingkat kepolisian diungkap oleh seorang polisi intern yang dibantu oleh Go Mu Tak. Sumpah, adegan ini menurutku yang paling keren dan paling membahagiakan.

Very recommended drama!

Happy Watching!

3 thoughts on “#ITSFRIYEAY: Review The Uncanny Counter (Korean Drama)

  1. Aaaaahh aku suka banget drama ini! Awalnya malah gak pengen nonton karena gatau sih gak dapet feelnya aja pas liat trailernya malah mikir kayak aneh gitu, apalagi tokohnya yang aku suka cuma sejeong doang yang lain kurang. Iseng-iseng nonton eh malah kepincut sejak episode 1 hahaha ceritanya bagus dan iya bikin nangis di beberapa adegan 🙁

    Seneng banget bakalan ada season 2 nya meskipun untungnya di season 1 ini aja udah beres ceritanya dan udah happy ending

    1. Halo Mbak Tika! iyaaa setuju, awalnya aku juga menunda menonton drama ini eh taunya cuma butuh dua hari selesai nonton drama ini xD Aku malah tertarik karena byoung gu-nya hahaha dia kan tengil banget di Sky castle. Eh as nonton drama ini jadi sayang banget sama pemannya. Chemistry mereka dapet banget! Penasaran banget ya season 2 bakal gimana xD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *