Self-Development

Sudahkah kamu minta maaf ke diri sendiri?

Mungkin kamu sudah bosan mendengar kampanye atau narasi tentang mecintai diri sendiri. Mungkin kamu juga sudah kenyang mendengar cerita atau ajakan untuk lebih peduli dan sayang pada diri sendiri. Tapi ketahuilah bahwa memang sangat penting bagi kita untuk cinta dan sayang dengan diri kita sendiri.

Di momen lebaran tahun ini, aku mau sedikit nostalgia tentang salah satu tulisan yang aku buat dua tahun lalu. Tulisan yang menurut aku masih sangat valid terlebih saat ini, ketika orang-orang mulai belajar untuk mecintai dirinya sendiri. Tulisan aku kala itu membahas tentang permintaan maaf terhadap diri sendiri. Tulisan tersebut lahir setelah aku menonton salah satu video female daily network di youtube.

Pada video tersebut, beberapa karyawan female daily diminta untuk mengungkapkan permintaan maaf mereka terhadap diri mereka sendiri. Sesuatu yang menurutku sangat langka dan tidak terpikirkan sebelumnya. Pada titik ini, aku sadar bahwa meminta maaf ke diri sendiri merupakan salah satu proses yang sebenarnya harus kita jalani sebelum bisa sampai pada level mecintai diri sendiri. Hal ini juga yang kemudian membuat aku kepikiran.

Sadar atau tidak bahwa selama ini kita melewatkan momen idulfitri dengan meminta maaf ke orang lain. Entah itu keluarga, sahabat, teman, bahkan orang yang kebetulan kita temui di momen lebaran. Kita mungkin lupa bahwa sebenarnya dari semua orang yang kita minta maafnya, ada satu sosok yang justru paling setia meski berulang kali kita sakiti hatinya, sosok yang mungkin selalu menunggu kita untuk kita minta maafnya khusunya di momen lebaran seperti ini.

Iya. Diri kita sendiri.

Coba deh, kita ingat-ingat dosa kita terhadap diri sendiri. Seberapa dzalim kita terhadap diri sendiri. Seberapa kita sering memaksakan diri sendiri. Seberapa kita terlalu keras terhadap diri sendiri. Seberapa kita sering abai dan tidak peduli pada kesehatan. Seberapa kita selalu tidak percaya dan terus meragukan kemampuan diri sendiri. Seberapa kita sering tidak adil dan pasrah disakiti orang lain. Seberapa kita selalu berpikiran negatif sehingga kita merasa tidak bahagia.

Take your time to think about it. Yuk kita merenungi kesalahan-kesalahan kita terhadap diri sendiri. Kalian boleh jeda dulu sebelum lanjut membaca tulisan ini lebih lanjut. Coba jujur ke diri sendiri seberapa jauh kita telah menyakiti diri sendiri. Coba lebih terbuka ke diri sendiri.


Setelah kita sadar dan mulai jujur dengan diri sendiri, tahap selanjutnya tentunya minta maaf ke diri sendiri. Dibutuhkan penerimaan terhadap diri sendiri di sini. Setelah jujur dan sadar terhadap kesalahan yang kita lakukan, untuk bisa memaafkan, kita harus mau menerima kesalahan tersebut. Bahwa kesalahan-kesalahan yang kita lakukan tersebut akan jadi pelajaran yang seharusnya cukup menjadi bekal kita untuk bisa lebih baik lagi kedepannya.

Ketahuilah setiap kali kita mau belajar dan berproses maka kesempatan untuk bisa lebih baik lagi akan selalu ada, termasuk lebih baik dalam mecintai diri sendiri.

Semoga kedepannya kita bisa bersikap lebih baik lagi ke diri sendiri. Semoga kita bisa terus berkomitmen untuk lebih jujur, terbuka, dan peduli terhadap diri sendiri. Semoga kita semua bisa segera sampai pada titik mecintai diri kita sendiri, ya!

Selamat hari raya idulfitri! Selamat kembali fitrah teman-teman!

*sent virtual hugs*


featured image by vie studio from pexels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *