Lifestyle

Talk About ‘Soul ‘ : A Pretty Deep Cartoon From Disney.

Sebenarnya aku sudah cukup lama melihat trailer film Soul di twitter, lalu beberapa hari terakhir ini following di Instagram-ku juga turut membahas film karya Pete Docter yang satu ini. Well, karena tertarik dengan cerita teman-teman yang sangat terkesan dengan film Soul ini, jadilah aku penasaran ingin merasakan experience serupa. Harus kuakui, film ini sangat sangat menyentuh hati dan relatable dengan permasalah generasi muda masa kini yakni menemukan tujuan hidup.


*Ulasan ini mungkin akan banyak mengandung spoiler*

Sinopsis :

Soul bercerita tentang Joe Gardner, seorang guru musik di Sekolah Menengah Pertama yang memiliki impian menjadi seorang musisi Jazz. Mimpi Joe pun tidak muluk-muluk, ia hanya berharap suatu hari nanti dapat tampil di atas panggung memainkan musik Jazz yang dicintainya itu.

Suatu hari Joe akhirnya mendapatkan kesempatan tersebut. Ia bahkan mendapatkan kesempatan untuk tampil bersama dengan musisi Jazz idolanya. Dan ketika mimpinya tersebut semakin dekat, Joe justru mengalami kecelakaan yang membuat dirinya tersesat di alam yang teramat asing baginya.


Soul merupakan salah satu film animasi Disney yang tidak hanya menghibur tetapi juga sangat berkesan terutama ketika menyadari pesan yang ingin disampailkan film Soul itu sendiri. Kesan yang dirasakan setiap orang setelah menonton film ini mungkin akan berbeda-beda, tergantung poin mana dalam film ini yang lebih relate dengan kehidupan kamu.

Lanjutan dari sinopsis tadi, Joe Gardner terbangun dan mendapati dirinya sedang dalam perjalanan menuju cahaya yang disebut dengan The Great Beyond alias akhirat. Joe tentunya panik mengetahui fakta tersebut, ia pun berusaha untuk kabur tapi apesnya malah terjebak di alam lain. Alam itu kemudian disebut sebagai The Great Before.  Di The Great Before, soul atau jiwa-jiwa yang akan lahir dibentuk terlebih dahulu sebelum bisa melewati portal bumi.

Dari apa yang aku tangkap mereka-para jiwa-jiwa dengan visualisasi lucuk ini- harus punya alasan kuat untuk hidup. Oleh karena itu, mereka harus menemukan sebuah tujuan hidup terlebih dahulu. Tujuan ini lah yang kemudian disalah artikan oleh Soul 22 (jiwa yang menolak untuk hidup) dan Joe Gardner sepanjang film. Dari poin ini jugalah mungkin kenapa film ini terasa sangat relate dengan generasiku yang menonton film Soul ini. Bahwa sebenarnya tujuan hidup tidak melulu soal karir yang diinginkan, atau passion yang diagung-agungkan seperti Joe. Tetapi tujuan hidup atau sebenarnya alasan untuk kita hidup bisa berasal dari hal-hal paling sederhana, misalnya seperti memiliki kesempatan untuk menikmati pemandangan langit biru setiap harinya.

Salah satu scene kilas balik Joe saat menyadari alasan-alasan ia menikmati hidupnya.

Seperti yang aku katakan sebelumnya, pengalaman setiap orang setelah menonton film ini mungkin akan berbeda-beda, tergantung poin mana dalam film ini yang sangat menarik perhatian kamu. Mungkin kamu tertarik dengan kehidupan Joe, dengan ambisinya dan semangatnya untuk mendapatkan kembali kesempatan tampil di gigs. Atau dengan cerita 22 yang menemukan alasan hidup di bumi setelah melalui hal-hal yang disebut Joe sebagai ‘regular living’ atau mungkin, kamu justru tertarik dengan scene Joe dan 22 saat bertemu dengan Dez, seorang tukang cukur yang ternyata menyimpan kisah yang menarik soal hidupnya. Buatku secene Dez ini yang paling menarik karena memberikan insight soal mimpi yang tidak terwujud. Intinya Dez bisa menemukan alasan lain untuk menyukai pekerjaannya meski pekerjaannya tersebut bukanlah bagian dari impiannya.

Scene Sesi Deep Talks Dez dan Soul 22 (yang terjebak di tubuh Joe)

Ada banyak hal yang juga bisa menjadi alasan kenapa film ini sangat menarik untuk ditonton. Aku pribadi menyukai semua karakter yang hadir di film Soul ini, mereka seperti mewakilkan banyak tipe manusia di muka bumi ini-contoh si Paul yang hobi nyinyir. Aku juga sukaaaaaa sekali dengan dialog yang diucapkan setiap tokoh di film Soul terutama jika percakapan tersebut membahas hal-hal yang lebih dalam. Viusalisasinya pun dibuat sangat detail. Kapan sih film Disney dan Pixar mengecewakan?

Oh iya, kalau kamu belum sempat nonton, film ini tayang di aplikasi streaming, Disney+Hotstar, ya!

*

Kalau kamu sudah menonton film ini, adegan mana yang menjadi favoritmu? Poin mana dalam cerita ini yang sangat menarik dan relate dengan kehidupan kamu? Boleh banget bagi-bagi ceritanya di kolom komentar, ya!

Terima kasih sudah membaca 🙂

4 thoughts on “Talk About ‘Soul ‘ : A Pretty Deep Cartoon From Disney.

  1. Halo thaya! Makasih yaa udah rekomendasi film ini. Bagian yg aku tertarik pas joe (padahal dalamnya si soul 22) cerita panjang lebar sama mas cukurnya. Terus di ending dari sisi itu kayak joe bilang “kok aku gapernah tau ceritanya” . Terus Dez bilang” Karena kamu gapernah tanya, kamu hanya sibuk menceritakan tentang jaz”

    Ini relate bgt sama kehidupan skrg, terkadang orang gaksadar bahwa pembicaraan mereka satu arah gitu, dan dia ga mencoba mendengarkan cerita orang lain juga. Hihihihi

    1. Hi, Abellll! Naaah aku juga nangis di bagian itu, pokoknya scene sama om om tukang cukur ini yang paling nempel di otak :’))

Leave a Reply to athayamodina Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *