Self-Development

Things I’ve Learned in March

  • Bahasa Isyarat

Pada bulan Februari kemarin, aku mencoba mendaftarkan diri sebagai salah satu volunteer di salah satu komunitas sosial yang disebut dengan Komunitas Satu Atap. Sedikit informasi, Komunitas Satu Atap adalah sebuah komunitas sosial yang berfokus pada edukasi sosial dalam mengolaborasikan penyandang disabilitas dan masyarakat umum agar dapat tetap saling menghargai, meminimalisir diskriminasi perbedaan, dan saling memahami keberadaan satu sama lain. Salah satu kegiatan yang sempat berjalan adalah kelas bahasa isyarat. Serunya karena kelas bahasa isyarat ini dimentori langsung oleh kakak-kakak dari Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN). Aku pribadi excited sekali mempelajari bahasa isyarat ini, karena selain menjadi bekal aku nanti jika turun di lapangan, juga menjadi pengalaman baru yang menyenangkan.

  • Copywriting

Hal baru lainnya yang aku pelajari di bulan Maret adalah belajar tentang copywriting. Thanks to Skill Academy atas kelas gratisnya yang membuat aku akhirnya mencicipi skill baru. Buat yang belum tahu, Skill Academy merupakan platform online course yang memberikan akses untuk kita bisa mengasah keahlian-keahlian baru. Kebetulan sekali, akhir-akhir ini aku memang sedang tertarik mendalami copywriting karena cukup penasaran dengan karir seorang copywriting. Di kelas Mbak Nabila Aidid di Skill Academy ini aku gak hanya diajarkan tentang konsep copywriting saja loh tetapi juga diajari tentang teknik menulis kreatif serta berpikir kreatif. Yakin deh, kamu gak akan menyesal setelah ikut kelas di Skill Academy ini.

  • Ada banyak orang jahat tapi kita masih punya lebih banyak orang baik

Selama pandemi korona, aku sering banget baca cerita tentang orang-orang yang viral karena perilaku mereka yang ignorant di situasi seperti ini. Penimbunan masker untuk dijual mahal, tetap nongkrong padahal sudah ada imbauan untuk tinggal di rumah, menggunakan alat-alat kesehatan yang jadi langka, dan beberapa kasus viral lainnya yang gak akan aku tulis lebih lanjut. Meskipun mereka memilih menjadi jahat, untungnya kita masih memiliki jauh lebih banyak orang baik di dunia ini. Look at them : selebriti yang ikut berdonasi melawan korona, masyarakat yang saling bahu-membahi menggalang dana untuk mereka yang gak beruntung di situasi pandemik korona, atau yang paling sesederhana memberikan  support untuk abang ojek online, hingga memilih tetap di rumah meskipun jiwa extrovert sudah memberontak ingin bebas. Aku percaya masih ada banyak cerita tentang orang-orang baik di luar sana, if you have one, tell me the story! Yuk, buat dunia yang gak baik-baik aja ini tetap hangat karena kebaikan-kebaiakan kita.

Sehat selalu kalian!


Featured Image by Daria Shevtsova from Pexels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *