Self-Development

Things I’ve Learned in February

Blogging.

Selama ini aku memang menulis seadanya dan sesuka hati. Hal-hal terkait teknis blogging pun aku pelajari secara otodidak dengan memanfaatkan google untuk mencari beberapa referensi blogging. Nanti belakangan, aku baru tertarik untuk mempelajari teknik blogging lebih dalam. Lalu, join-lah aku di kelas yang diadakan komunitas blogger Angingmammiri Makassar yang rutin diadakan setiap hari Sabtu. Meskipun aku baru sempat mengikuti dua kali kelasnya selama dua pekan terakhir, aku bisa langsung merasakan manfaatnya setelah kelas pertama. Ada banyak sekali pengetahuan baru tentang blogging yang aku dapatkan di sini terutama yang menyangkut teknis blogging. Salah satu alasan yang membuat aku pindah platform pun hasil dari ilmu yan aku dapat di kelas blogging ini. Ternyata penting sekali loh memilih platform bogging yang sesuai dengan kebutuhan bloggernya.

Memaknai arti kalimat ‘life is too short’

Bulan Januari kemarin, keluarga besarku baru saja kehilangan salah satu anggota keluarga kami yang pergi secara mendadak setelah sebelumnya kami yakini sehat-sehat saja. Kemudian pada pertengahan Februari, kita semua dikejutkan dengan berita meninggalnya salah seorang public figure Indonesia, Ashraf Sinclair karena serangan jantung mendadak. Dua kasus yang sudah cukup menampar aku untuk melihat kenyataan betapa singkatnya hidup kita di dunia ini. Bahwa umur kita sekarang gak bisa menjamin waktu yang kita punya di dunia. Aku jadi lebih banyak merenung dan mulai berpikir untuk memaknai waktu yang aku punya. Almarhum Ashraf pernah bilang kalau hidup ini tentang memberikan value untuk orang lain, jangan pernah membuang kesempatan untuk berbuat baik kepada siapapun. Jangan membuang waktu yang kita punya untuk membenci apalagi sampai menyakiti orang lain. Gak akan berguna katanya. Aku belajar dari mereka bahwa hidup ini soal memberi, memang tidak selalu berupa harta tapi juga kita bisa memberi ilmu dan kebaikan untuk orang lain. Keduanya dikenang dengan cara yang sama yaitu meninggalkan kebaikan-kebaiakan yang sudah mereka titipkan kepada orang lain.

Semoga kita semua bisa lebih bisa memanfaatkan waktu yang kita punya juga ya. Amin.

Hidup Minimalis

Sepanjang tahun 2019, aku mencoba survived dengan hidupku. Meskipun kategori depresi yang aku rasakan masih ringan dan masih bisa tertolong dengan support dari orang-orang terdekat, aku menutup tahun 2019 dengan perasaan lelah luar biasa. Oleh karena itu, sejak awal tahun aku berencana untuk mengubah cara aku hidup selama ini. Jujur, awalnya aku bingung cara untuk memulai rencanaku ini. Sampai suatu waktu aku menemukan sebuah tulisan yang membahas tentang gaya hidup minimalis. Puncaknya saat aku menemukan video orang-orang yang sudah mencoba gaya hidup minimalis ini. Rutinitas mereka terlihat sederhana tetapi penuh makna. Kedamaian yang mereka ciptakan seperti hal yang aku cari selama ini. That’s why I learned about this kind of lifestyle too. Beberapa metodenya sudah aku coba lakukan dan impact-nya bisa aku rasakan sedikit demi sedikit. Well, nanti kita cerita tentang hidup minimalis ini lebih dalam ya, berhubung aku masih harus banyak belajar. Intinya, hidup minimalis adalah cara aku belajar memakanai hidup ini dengan lebih baik.

Kalau kamu, apa yang sudah kamu pelajari di bulan Februari ini?


Featured Image by Daria Shevtsova from Pexels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *